Samarinda - Minat dokter di Provinsi Kaltim untuk mengambil jurusan spesialis ilmu kejiwaan, masih rendah.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Syafak Hanung, menyikapi masih kurangnya tenaga dokter kejiwaan, dan semakin meningkatkan pasien sakit jiwa yang berobat ke rumah sakit jiwa di Kaltim.
Hanung mengatakan, pihak pemerintah provinsi sudah menyediakan beasiswa bagi dokter yang akan mengambil spesialisasi kejiwaan, namun hingga kini belum ada dokter yang memanfaatkan beasiswa tesebut.
Menurutnya, spesialisasi kejiwaan masih kurang diminati, dibanding spesialisasi lainnya, seperti kandungan, anak maupun penyakit dalam, terutama di sisi penghasilan berupa materi yang akan diperoleh.
Hanung juga berharap, para dokter yang bertugas di Puskesmas bisa membantu penanganan pasien gangguan jiwa, sehingga tidak perlu melakukan pengobatan di rumah sakit jiwa yang berada di Samarinda.
(wahyu ramadani/na)




















