Sangatta -Kehadiran penyuluh Pertanian Lapangan (PPL ) di tengah-tengah masyarakat tani di 135 desa di seluruh Kutim, masih sangat dibutuhkan untuk meningkatkan sumber daya manusia, sehingga mampu mengelola sumber daya alam yang ada secara intensif demi tercapainya peningkatan produktifitas dan pendapatan atau tercapainya ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kutim Jumairilsyah menjelaskan bahwa, memberdayakan petani dan keluarganya melalui penyelenggaraan penyuluh pertanian, bertujuan untuk mencapai petani yang tangguh sebagai salah satu komponen untuk membangun pertanian yang maju, efisien dan tangguh sehingga terwujudnya masyarakat sejahtera.
Untuk itu lanjut Jumairil, peranan penyuluh pertanian lapangan merupakan ujung tombak terdepan pemerintah dalam menyukseskan program swasembada pangan.
Selain itu menurut Jumairil, kedepannya penyebaran PPL harus merata di setiap kecamatan, dan tidak menumpuk di kecamatan-kecamatan tertentu, agar menjadi pekerjaan rumah bagi badan ketahanan pangan, untuk mensinergiskan tujuan dan fungsi keberadaan PPL di lapangan.
Jumairil menambahkan, sistem penyuluhan pertanian di dalam otonomi daerah adalah sistem penyuluhan pertanian yang digerakkan oleh petani dengan demikian petani harus dimampukan, diberdayakan, sehingga petani memiliki keahlian-keahlian yang dapat menyumbangkan kegiatannya ke arah usaha tani yang moderen dan mampu bersaing.
Selain itu PPL pertanian dapat juga menggunakan cyber extension sebagai sarana penyebaran informasi bagi penyuluh pertanian khususnya dalam penyediaan materi penyuluhan guna membantu penyuluh, petani, dan pelaku usaha dalam mengatasi keterbatasan bahan informasi pertanian.
(ronall j warsa/na)




















