IDC FM

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

 

PPU – Kapolres PPU AKBP Sugeng Utomo mengaku belum dapat memproses Kepala Desa Girimukti, pelaku pengrusakan di Kantor Badan Permusyawaratan Desa (BPD ) Girimukti. Menurut sugeng, sesuai... | IDCFM News | Tenggarong -Sejumlah LSM di Kabupaten Kukar, menyampaikan penolakan terhadap rencana penambahan rumah dinas anggota DPRD Kabupaten Kukar, yang dianggarkan pada tahun ini. Salah seorang... | IDCFM News | Tenggarong -Lembaga Anti Korupsi Kabupaten Kukar mendatangi Kepolisian Resor Kabupaten Kukar, untuk mempertanyakan kelanjutan kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal di Perusahaan Daerah... | IDCFM News | PPU – Pimpinan Puskesmas Desa Sebakung Jaya Kecamatan Babulu Kabupaten PPU, Akbar Abadi menyatakan wilayah Sebakung Jaya dalam kondisi siaga dengan ditemukannya 3 warga positif terjangkit... | IDCFM News | PPU – Imam Ghazali (66) Warga Desa Sebakung Jaya RT 03 Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU positif terjangkit penyakit kaki gajah selama sekitar 20 tahun. Menurut Imam, penyakit yang... | IDCFM News |

Kutim Kekurangan Tenaga Penyuluh Pertanian

Sangatta -Kehadiran penyuluh Pertanian Lapangan (PPL ) di tengah-tengah masyarakat tani di 135 desa di seluruh Kutim, masih sangat dibutuhkan untuk meningkatkan sumber daya manusia, sehingga mampu mengelola sumber daya alam yang ada secara intensif demi tercapainya peningkatan produktifitas dan pendapatan atau tercapainya ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kutim Jumairilsyah menjelaskan bahwa, memberdayakan petani dan keluarganya melalui penyelenggaraan penyuluh pertanian, bertujuan untuk mencapai petani yang tangguh sebagai salah satu komponen untuk membangun pertanian yang maju, efisien dan tangguh sehingga terwujudnya masyarakat sejahtera.

Untuk itu lanjut Jumairil, peranan penyuluh pertanian lapangan merupakan ujung tombak terdepan pemerintah dalam menyukseskan program swasembada pangan.

Selain itu menurut Jumairil, kedepannya penyebaran PPL  harus merata di setiap kecamatan, dan tidak menumpuk di kecamatan-kecamatan tertentu, agar menjadi pekerjaan rumah bagi badan ketahanan pangan, untuk mensinergiskan tujuan dan fungsi keberadaan PPL  di lapangan.

Jumairil menambahkan, sistem penyuluhan pertanian di dalam otonomi daerah adalah sistem penyuluhan pertanian yang digerakkan oleh petani dengan demikian petani harus dimampukan, diberdayakan, sehingga petani memiliki keahlian-keahlian yang dapat menyumbangkan kegiatannya ke arah usaha tani yang moderen dan mampu bersaing.

Selain itu PPL  pertanian dapat juga menggunakan cyber extension sebagai sarana penyebaran informasi bagi penyuluh pertanian khususnya dalam penyediaan materi penyuluhan guna membantu penyuluh, petani, dan pelaku usaha dalam mengatasi keterbatasan bahan informasi pertanian.

(ronall j warsa/na)

Add comment


Security code
Refresh

Banner
Banner
You are here: Berita Kota Kutai Timur Kutim Kekurangan Tenaga Penyuluh Pertanian